Berlisensi UL, SAN Optimistis Raup Pasar di Bisnis Solusi Keamanan

29 Oct 2018

Siiring dengan tumbuhnya perekonomian di negara ini, bisnis di beragam sektor pun mulai berkembang. Salah satu bisnis yang menggeliat adalah penyedia produk dan solusi untuk keamanan dan keselamatan. Lebih spesifik lagi adalah produk lemari besi untuk penyimpanan dokumen dan barang berharga.

Sekitar lima tahun belakang ini, permintaan lemari besi tidak lagi didominasi oleh perkantoran. Konsumen dari segmen residensial juga mulai tinggi permintaannya. Segmen perkantoran sendiri pertumbuhannya sedikit melambat secara volume produk, meski secara value masih tinggi nilainya.

“Beberapa tahun lalu, segmen residensial mulai menunjukkan laju permintaan pada produk brankas dan lemari besi. Dalam tiga tahun ini, pertumbuhannya rata-rata bisa mencapai 20% per tahun,” kata Hindra C. Kurniawan, President Director PT Indosan Berkat Bersama, produsen produk solusi keamanan SAN, hari ini (23/10/2018).

Hindra menambahkan, saat ini juga terjadi pergeseran cara pandang di segmen residensial terkait brankas. Konsumen di segmen ini sudah tidak lagi melihat brankas semata-mata untuk menyimpan benda berharga, seperti emas atau permata, tapi juga dokumen penting.

“Tolok ukur mengenai barang berharga sudah berbeda-beda. Ada yang menilai dokumen penting, seperti SHM properti, ijazah, dan lainnya adalah benda berharga juga. Inilah yang mendorong permintaan pada brankas,” tambah Hindra.

SAN sendiri adalah pemain baru dalam industri ini. Meski begitu, orang-orang yang terlibat di dalamnya adalah pemain lama di bisnis ini. SAN baru meluncur di bisnis ini pada awal tahun ini.

Meski pemain baru, SAN langsung menggebrak pasar dengan serangkaian portofolion produk yang berkualitas. Produk SAN bahkan langsung memiliki lisensi Underwriters Laboratories (UL) dari Amerika Serikat dan SNI.

“Sebenarnya, ada beberapa lembaga pemberi lisensi. Kami memilih UL karena sudah diakui di banyak negara dan otomatis SAN juga bisa masuk ke pasar Amerika Serikat,” tambah Hindra. Memang, produk ini juga diekspor ke pasar global.

Bagi produsen lemari besi, untuk mendapatkan lisensi UL bukanlah perkara mudah. Harus memenuhi standar tinggi, mulai dari bahan baku, proses produksi. Kemudian, lolos pengetesan produk yang ketat, seperti dibakar lalu dijatuhkan dari ketinggian tertentu.

“Kami memajukan ilmu keamanan dengan riset terus menerus. Setiap produk yang sudah memiliki lisensi UL terjamin kualitasnya untuk selamanya,” kata Jason Yong, Regional Business Development Manager ASEAN UL Services.

Sejauh ini, SAN sudah memiliki tiga lisensi, yakni tahan bongkar, tahan bakar sampai 350° F atau 177° C selama 60 menit, dan tahan bakar sampai 350° F atau 177° C selama 120 menit.

Dalam melakukan penetrasi, SAN membagi pasar menjadi dua, yakni industrial dan residensial. Sebelumnya, sudah dijelaskan bila pasar industrial yang di dalamnya termasuk, perbankan, perkantoran, pabrik, dan lainnya mengalami staganansi secara volume. Hal ini lantaran banyak bank yang tidak lagi menyimpan uang dalam jumlah besar di cabang kecil. “Kemudian, fenomena e-money juga memengaruhi permintaan brankas,” tambah Hindra.

Menurut Atmodjo Santoso, Sales Director PT Indosan Berkat Bersama, distribusi SAN melalui para diler yang tersebar di berbagai kota di Indonesia. Selain itu, juga ditawarkan secara online di website mereka.

“Kami juga memiliki produk lain untuk dua segmen tersebut, yakni lemari metal untuk menyimpan beragam kebutuhan berpengaman digital. Keunggulan produk kami adalah dalam kualitas dan desain yang menarik,” tambahnya

Source: http://marketeers.com