KLASIFIKASI KEBAKARAN: Tipe-Tipe Kebakaran yang Perlu Diketahui

15 Jul 2020

Kelas kebakaran adalah pengelompokan berdasarkan penyebab terjadinya suatu kebakaran. Dengan penyebab kebakaran yang berbeda, penanganannya pun memerlukan alat dan media pemadam api yang berbeda karena harus menyesuaikan dengan jenis penyebab kebakarannya agar api dapat dengan cepat dipadamkan.

MENGAPA KEBAKARAN PERLU DI KLASIFIKASI?
Pengelompokan kebakaran dapat menjadi pedoman dalam mengantisipasi dan memberikan perlindungan dini terhadap resiko kebakaran. Dengan mengetahui potensi kebakaran yang mungkin terjadi pada suatu aset atau lingkungan tempat tinggal Anda, kebakaran akan dapat ditangani dengan cepat dan tepat. Dengan mengetahui kelas dan tipe kebakaran, Anda dapat mengidentifikasi alat pemadam api seperti apa dengan media apa yang paling cocok untuk menanggulangi resiko kebakaran tersebut.

Klasifikasi kebakaran secara umum dibagi menjadi 5 kelas:

1. Kelas A
Kelas A adalah kebakaran yang disebabkan oleh benda padat mudah terbakar seperti kertas, kain, kayu, sampah kering, dedaunan kering, dan lain-lain yang pada akhirnya akan menjadi arang/abu jika terbakar. Potensi kebakaran ini bisa terdapat pada gudang penyimpanan, pabrik kain, dan lain-lain.

2. Kelas B
Kelas B adalah kebakaran yang disebabkan oleh benda cair yang mudah terbakar

seperti bensin, oli, cat, alkohol dan sejenisnya. Potensi kebakaran ini terdapat pada perusahaan minyak dan gas, pabrik cat, pabrik kimia, pom bensin, dan lain-lain.

3. Kelas C
Kelas C adalah kebakaran yang disebabkan oleh listrik/elektrikal. Sumber kebakaran elektrikal sendiri dapat berasal dari peralatan yang menggunakan daya listrik atau sistem kelistrikan itu sendiri. Misalnya, korslet peralatan elektronik, arus pendek pada instalasi listrik, gangguan pada kabel kendaraan bermotor, dan sebagainya. Potensi kebakaran ini dapat terjadi pada ruang server, perkantoran, residensial, kendaraan bermotor, dan lain sebagainya.

4. Kelas D
Kelas D adalah kebakaran yang disebabkan oleh material logam yang mudah terbakar, misalnya magnesium, titanium, lithium, dan sejenisnya. Potensi kebakaran kelas D dapat terjadi pada sektor pertambangan, pabrik baterai, dan lain-lain.

5. Kelas K
Kelas K adalah kebakaran yang disebabkan oleh minyak goreng dan minyak gemuk (greases) termasuk didalamnya lemak nabati maupun hewani. Potensi kebakaran kelas K terjadi pada sektor industri makanan dan restauran.

Itulah gambaran umum klasifikasi kebakaran yang berlaku. Setelah mengetahui klasifikasi ini, maka diharapkan kita dapat secara cepat dan tepat mengidentifikasi cara terbaik untuk menangani kebakaran tersebut agar terhindar dari kerugian yang lebih besar akibat resiko kebakaran.

Sumber: 1 | 2 | 3 | 4