Jenis-Jenis Media dalam Alat Pemadam Api Ringan

09 Sep 2020

Pemadam api ringan merupakan salah satu alat yang dapat digunakan ketika terjadi kebakaran dalam skala kecil dan dengan penggunaan yang cukup mudah. Umumnya alat ini dapat diletakkan dalam ruangan untuk meminimalisir kebakaran sebelum api membesar. Berikut jenis alat pemadam api ringan yang sering dijumpai.

Pemadam Api Ringan dengan Air
Sudah tidak asing bila api mudah dipadamkan dengan air. Begitu konsep dasar dari adanya pemadam kebakaran ringan dengan air. Sesuai dengan namanya, alat ini dinilai ringan dan dapat dimanfaatkan secara fleksibel.

Alat pemadam api ringan dengan air biasanya digunakan untuk memadamkan api yang digolongkan dalam kebakaran kelas A. Adanya kebakaran kelas A disebabkan oleh benda padat seperti plastik, kain, karet, kayu dan kertas.

Baca lebih lanjut: Klasifikasi Kebakaran: Tipe-Tipe Kebakaran yang Perlu Diketahui

Pemadam Api Ringan dengan Karbondioksida
Masyarakat awam umumnya sedikit asing dengan pemadam api karbondioksida. Alat ini memanfaatkan senyawa karbondioksida untuk memadamkan api bila kebakaran sedang terjadi. Alat ini dinilai lebih kuat dari pemadam api dengan air karena dapat difungsikan untuk memadamkan api yang berasal dari kebakaran kelas B dan C. Namun perlu di ingat bahwa karbondioksida mempunyai resiko berbahaya bagi manusia karena senyawa ini bekerja dengan mengikat oksigen sehingga jika digunakan dalam ruangan tertutup akan membahayakan si pengguna alat pemadam api jenis ini.

Pemadam Api Ringan dengan Serbuk Kimia
Bagi sebagian orang, mungkin mengenal serbuk kimia hanya dapat dimanfaatkan dalam laboratorium kimia. Ternyata, serbuk kimia juga dapat digunakan sebagai media pemadam kebakaran.

Pemadam jenis ini terdiri dari kombinasi mono-amonium dan ammonium sulfat yang berbentuk serbuk halus. Media ini dinilai lebih serbaguna karena mampu memadamkan api dari kebakaran kelas A, B, maupun C sekaligus.

Pemadam Api Ringan dengan Busa
Jenis alat pemadam api ringan yang juga sering ditemui adalah pemadam dengan memanfaatkan busa. Bentukan busa di sini di dapat dari Aqueous Film Forming Foam (AFFF).

Adanya busa ini dimanfaatkan untuk menutup akses oksigen menuju titik asal api kebakaran agar tidak semakin membesar. Media busa ini di nilai mampu memadamkan api dari kebakaran bahan non-logam (kelas A) dan bahan cair yang mudah terbakar (kelas B) secara efektif.