Cara Menggunakan Alat Pemadam Api Ringan yang Benar

05 Oct 2020

Kebakaran merupakan salah satu bencana tak terduga yang dapat terjadi kapan saja dan dimana saja. Oleh sebab itu, setiap rumah dan bangunan wajib memiliki alat pemadam api ringan atau yang lebih dikenal dengan sebutan APAR, agar ketika muncul percikan api bisa segera dipadamkan dan mencegah api membesar.

Pada dasarnya, rumus dalam menggunakan alat pemadam api ringan adalah PASS dimana PASS adalah singkatan dari Pull, Aim, Squezze dan Sweep. Jadi langkah pertama yang perlu Anda lakukan adalah dengan menarik pin keamanan (Pull)

Biasanya pin ini berada di bagian atas APAR, bisa terbuat dari besi maupun dari plastik. Anda dapat melepaskan mekanisme penguncian ini dalam sekali tarikan saja. Setelah itu, alat pemadam api ringan siap untuk digunakan.

Arahkan pada Sasaran (Aim)
Langkah kedua yang harus dilakukan adalah mengarahkan selang pemadam pada alat pemadam api ringan ini ke sumber api. Jangan mengarahkan selang ke bagian atas atau ke ujung lidah api, melainkan ke titik sumbernya. Hal ini memungkinkan Anda untuk dapat memadamkan sumber api tersebut dengan cepat.

Anda juga perlu memastikan posisi tubuh Anda tetap dalam posisi rendah. Tujuannya untuk melindungi diri Anda jika sewaktu-waktu api menyambar ke atas.

Baca juga : Jenis-Jenis Media dalam Alat Pemadam Api Ringan

Tekan Tuas APAR (Squezze)
Langkah selanjutnya adalah menekan tuas APAR secara perlahan dan terus menerus sampai api padam atau media pemadamnya habis. Hal ini bertujuan untuk melepaskan media pemadam di dalam alat pemadam api ringan untuk menghentikan api.

Apabila Anda melepaskan tuas, media pemadam akan berhenti keluar sehingga tidak dapat memadamkan api. Oleh sebab itu, cukup menekan tuas secara perlahan tetapi terus-menerus, tidak perlu menekannya secara sekaligus.

Harus Mampu Bergerak Cepat (Sweep)
Langkah terakhir adalah Anda harus mampu bergerak cepat menyapu selang pemadam ke kanan dan ke kiri selama proses pemadaman api sampai api benar-benar padam. Usahakan untuk berdiri dengan jarak beberapa meter dari sumber api agar terhindar dari jilatan api dan hawa panas akibat kebakaran tersebut.

Apabila Anda telah selesai menggunakan alat pemadam api ringan, jangan lupa untuk melakukan pengisian ulang terhadap media pemadam yang telah digunakan agar alat pemadam api ringan selalu siap digunakan sewaktu-waktu. Perhatikan juga tempat penyimpanannya. Usahakan agar alat pemadam api ringan dapat digantung pada dinding di area yang mudah terlihat serta aman dari jangkauan anak-anak.

Photo credit: normantranscript.com