Di Tengah Pandemi , Investasi Jateng Justru Naik 10 Trilliun

23 Dec 2020

Memasuki akhir tahun 2020 dan masih di tengah pandemi covid-19 nilai investasi di jawa tengah justru mengalami kenaikan di kwartal ke III sebesar 10 trilyun rupiah dan menargetkan di kwartal ke IV naik sebesar 45 trilyun rupiah, hal ini terbukti investasi mulai tumbuh saat meresmikan pabrik pembuatan lemari besi dan alat pemadam api milik PT Indosan Berkat Bersama, di dusun 1 wiragunan, kecamatan kartasura, kabupaten sukoharjo, belum lama ini (22/12/2020).

Hal tersebut diungkapkan Kepala Dinas Perindustrian Dan Perdagangan Jawa Tengah Muhammad Arif Samudro didampingi pejabat terkait, bahwa pandemi saat ini justru memukul pergerekan ekonomi diberbagai sektor, namun ini berlaku dikwartal ke dua dalam investasi di jawa tengah justru di kwartal ke III ini naik 10 trilyun dengan nilai 37 trilyun dan dikwartal ke iv akan menargetkan nilai investasi sebesar 45 trilyun.

Hal tersebut dibuktikan dengan diresmikannya PT Indosat Berkat Bersama ini mengharapkan dapat lebih menyerap tenaga kerja dan berperan dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

"Saya senang sekali PT Indosat Berkat Bersama ini dapat bekerja sama dengan Atmi solo dan institusi pendidikan di sukoharjo. Terkait dengan penyediaan produksi perlindungan keamanan dan keselamatan ditempat kerja seperti perbelanjaan perbankan hotel bahkan hingga ditempat tinggal. Ke depan mungkin bisa kerjasama dengan pendidikan di lingkup jawa tengah agar semakin banyak masyarakat yang merasakan manfaatnya," Kepala Dinas Perindustrian Dan Perdagangan Jawa Tengah Muhammad Arif Samudro mewakili gubernur jateng ganjar pranowo.

Di sisi lian pihak managing director PT Indosan Berkat Bersama, pungkas Hindra Kurniawan menjelaskan bahwa telah berkomitmen untuk turut berperan serta dalam meningkatkan produksi dalam negeri mengembangkan perekonomian masyarakat indonesia. Serta memperluas kesempatan kerja khususnya di Jawa tengah.

“Dalam satu tahun, kapasitas produksi lemari besi dan filling cabinet kami diperkirakan mencapai 3.600 buah dan alat pemadam kebakaran sebanyak 15.000 buah per tahunnya. Selain untuk memenuhi kebutuhan para pelanggan di Indonesia, kami juga telah mengekspor lemari besi SAN ke beberapa negara tetangga di antaranya Filipina, Hongkong, Vietnam, Thailand, Singapura, pungkas Hindra Kurniawan (Udin)

Source: berita7.net